subscribe to RSS
Tampilkan postingan dengan label Kriptografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriptografi. Tampilkan semua postingan

KRIPTOGRAFI

Posted by Ae89 on Sabtu, 08 Mei 2010

Tulisan ini sebenarnya penting untuk kalian yang concern terhadap masalah keamanan. Bagaimana tidak,kan kriptografi juga berhubungan erat dengan pengaman informasi. Inilah perkenalan awal mengenai kriptografi.
Saat ini penggunaan internet sebagai sarana pertukaran informasi memang sudah tak asing lagi bagi kita. Maraknya penggunaan internet ini menyebabkan munculnya masalah dalam keamanan pada media transmisinya.  Bukan hanya itu, bahkan terlahirlah para eavesdropper,hacker, cracker dan lainnya. maka salah satu cara untuk menanggulanginya adalah dengan menerapkan kriptografi.
Apakah itu kriptografi ?
Kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan ( menurut Bruce Schneier, Applied Cryptography). Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti confidentiality, data integrity, authentication, non-repudiation dan access control (Alfred J. Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone – Handbook of Applied Cryptography).

  • Confidentiality (kerahasiaan), adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas untuk mengetahui informasi yang telah dienkripsi.

  • Data integrity, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidak sah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.

  • Authentication, berhubungan dengan pengidentifikasian, baik secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui media transmisi harus diautentikasi keaslian, isi data, waktu pengiriman,dll .

  • Non-repudiation (nirpenyangkalan), merupakan usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman suatu informasi oleh pengirim pesan.

  • SEJARAH KRIPTOGRAFI

    Posted by Ae89 on


    Kriptografi merupakan teknik penyembunyian informasi rahasia, biasanya berupa teknik matematis, coding, maupun cara lainnya dengan tujuan agar pesan yang disimpan atau ditransmisikan hanya bisa diketahui oleh pihak yang berkepentingan saja.
    Sebenarnya kriptografi sudah berkembang sejak 4000 tahun yang lalu, tepatnya di Mesir yaitu berupa Hieroglyph. Semua yang membahas sejarah kriptografi ini dapat secara lengkap kita pelajari dalam buku karangan David Kahn yang berjudul The Codebreakers. Teknik penyembunyian pesan pada zaman dahulu kebanyakan menggunakan metode enkripsi dengan paper and pencil, masih disebut kriptografi klasik. Berbeda dengan kriptografi modern yang sekarang, dimana enkripsi menggunakan sumber daya komputasi yang semakin berkembang.
    Sejarah kriptografi zaman dulu pun pernah menyebutkan tentang scytale, merupakan penyandian dengan menggunakan daun papyrus yang dililitkan pada batang pohon yang mempunyai diameter tertentu. Pesan(plaintext) ditulis secara horisontal pada daun papyrus, selanjutnya setelah daun dilepas, maka yang akan terlihat pada daun papyrus yang panjang itu hanyalah rangkaian huruf yang tak berarti/ tidak membentuk kata(ciphertext). Scytale ini dulu digunakan oleh tentara Sparta di Yunani.
    Ada juga Caesar cipher yang digunakan oleh raja Yunani Kuno, Julius Caesar. Metode enkripsi ini dilakukan dengan menggeserkan suatu karakter. Misalkan dengan kunci A = C, kita akan menyandikan KRIPTOGRAFI, maka cipherteksnya NULSWRJUDIL. Caesar cipher ini merupakan metode paling sederhana dalam enkripsi pesan dengan 26 kemungkinan kunci.
    Kemudian Tatto, yang digunakan oleh Herodotus untuk mengirimkan pesan rahasia. Yakni dengan membotaki kepala budak/kurirnya, lalu kepala budak tersebut ditulisi pesan. Rambut budak dibiarkan tumbuh, dan setelah itu budak tersebut dikirim ke tujuan. Untukmembaca pesan, kepala budak dicukur kembali. Namun cara seperti itu memakan waktu yang cukup lama dan kurang efektif.
    Di India pun sandi digunakan oleh para pecinta (lover) untuk berkomunikasi rahasia, seperti disebutkan dalam buku Kama Sutra.
    Pada awal perkembangan agama Kristen, pernah dikenal angka 666 yang menyatakan cara kriptografis untuk menjaga tulisan religi dari gangguan otoritas politik ataupun budaya. Dalam kitab Perjanian Baru, angka ini lebih dikenal sebagai Angka si Buruk Rupa (Number of the Beast).
    Kemudian sejarah ke depan, dimana ditemukan mesin-mesin sandi. Ditemukannya telegram Zimmermann yang membawa Amerika pada Perang Dunia I. Dahulu pada zaman Perang Dunia II, Jerman dan dan Jepang menggunakan kriptografi dalam keperluan militernya, yakni Jerman dengan Enigma-nya dan Jepang dengan Purple. Namun akhirnya, pemecahan algoritma mesin sandi Jerman, Enigma, akhirnya menyebabkan berakhirnya Perang Dunia II.
    Sebenarnya masih banyak lagi sistem sandi klasik dan sejarah sejarah perkembangan kriptografi yang lainnya. Makanya untuk lebih lengkapnya kita bisa membaca The Codebreakers.

    Pengantar Kriptografi

    Posted by Ae89 on


    Kriptologi merupakan ilmu yang mempelajari pengamanan pesan dalam perihal berkomunikasi dengan keberadaan pihak lawan, mengupayakan supaya pesan rahasia tersebut tidak jatuh ke pihak yang tidak berkepentingan, juga termasuk bagaimana cara membuka pesan rahasia baik dengan menggunakan kunci maupun tidak menggunakan kunci. Kriptologi ini di bagi menjadi 2 bagian yaitu kriptografi dan kriptanalisis. Orang yang melakukan kegiatan di bidang kriptografi disebut kriptografer. Sedangkan orang yang yang melakukan kriptanalisis disebut kriptanalis. Beda antara keduanya yaitu, jika kriptografi itu bertujuan untuk mengenkripsi dan dekripsi pesan dengan suatu kunci, sedangkan kriptanalisis bertujuan untuk mencari-cari kemungkinan plainteks yang terenkripsi tanpa menggunakan kunci.
    Kriptografi banyak digunakan baik oleh kalangan diplomat, orang militer, pebisnis, dan mungkin cakupan yang lebih luas lagi karena sekarang sudah banyak berkembang komunikasi dan bahkan transaksi elektronik. Dalam hal ini kriptografi berguna untuk menghindari terjadinya hal-hal seperti interruption, interception(penyadapan), fabrication, modification, dll. Ini beberapa manfaat dari kriptografi, misalnya pengamanan dalam transaksi di mesin ATM, transaksi dengan kartu kredit, percakapan telepon, bahkan pengaktifan peluru kendali. Enkripsi pada kartu kredit lebih sering menggunakan DES(Data Encryption Standard) maupun RSA. Dalam hal ini DES merupakan jenis algoritma kriptografi dalam stream cipher yang menggunakan kunci sepanjang 56 bit, input dan output sebanyak 128 bit. Di sini RSA merupakan salah satu bentuk algoritma public key yang paling dikenal, menggunakan suatu perhitungan matematis dengan mencari gcd(Great Common Divisors). Untuk lebih lengkapnya akan di bahas di artikel lainnya.
    Kriptografi berdasarkan jenis kunci yang digunakan dibagi menjadi 2, yaitu :
    1). Kriptografi kunci simetrik.
    Dalam system ini, kunci untuk enkripsi dan dekripsi sama. Disebut juga private key cryptography.
    Dibagi menjadi 2 :
    a). Stream Cipher, merupakan metode enkripsi yang dilakukan per bit / per karakter. Contoh algoritma stream : RC4, SEAL, OTP, A5, ORYX
    b). Block Cipher, dimana cara enkripsi dilakukan per blok. Contoh algoritma block cipher : 3-Way, Blowfish, CAST, CMEA, DES, Triple-DES, DEAL, FEAL, GOST, IDEA, LOKI, Lucifer, MacGuffin, MARS, MISTY, MMB, NewDES, RC2, RC5, RC6, REDOC, Rijndael (AES), Safer, Serpent, SQUARE, Skipjack, Tiny Encryption Algorithm, Twofish
    2). Kriptografi kunci public.
    Sering juga disebut asimetric key cryptography. Kunci yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi berbeda. Untuk enkripsi disebut public key dan yang untuk dekripsi disebut private key. Contohnya yaitu RSA, DH, DSA, El Gamal, ECC dan LUC

    Steganografi sebagai “kembaran” kriptografi….

    Posted by Ae89 on

    Steganografi (steganography) berasal dari bahasa Yunani steganos, yang artinya “tersembunyi atau terselubung”, dan graphein, “menulis” sehingga dapat diartikan artinya “menulis (tulisan) terselubung”. Steganografi merupakan suatu metode untuk merahasiakan pesan rahasia di dalam file-file lain yang mengandung teks, image, bahkan suara tanpa menunjukkan ciri-ciri perubahan yang nyata atau terlihat dalam kualitas dan struktur dari file semula. Teknik ini meliputi banyak sekali metode komunikasi untuk menyembunyikan pesan rahasia. Metode ini termasuk secret ink, microdots, coding, digital signature, jalur tersembunyi dan komunikasi spektrum lebar. Tujuan dari steganografi adalah merahasiakan atau menyembunyikan keberadaan dari sebuah pesan atau sebuah informasi. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi digital akhirnya banyak juga steganografi yang menggunakan modifikasi digital. Seperti dengan menggunakan GUI Matlab kita bisa membuat sebuah program yang bisa digunakan untuk fungsi steganografi, untuk menyembunyikan sebuah pesan rahasia, kunci dekripsi, password, ID, dll. Kebanyakan algoritma steganografi menggunakan sebuah kombinasi dari bidang teknik untuk menyembunyikan pesan rahasia dalam sebuah selubung file. Dalam prakteknya, steganografi digital kebanyakan diselesaikan dengan membuat perubahan tipis terhadap data digital lain sehingga isinya tidak akan menarik perhatian dari penyerang potensial. Covertext atau cover object merupakan istilah yang digunakan untuk media yang akan digunakan untuk menyamarkan pesan, plainteks sebagai pesan yang akan disembunyikan dalam media, dan stego object sebagai bentuk hasil akhir dari penyisipan pesan ke dalam cover object. Proses penyisipan merupakan proses untuk menyembunyikan pesan, sedangkan untuk mengetahui atau mengambil plainteksnya disebut ekstraksi. Format yang biasa digunakan sebagai cover object steganografi biasanya berupa :
    • Format image : bitmap (bmp), gif, pcx, jpeg, dll.
    • Format audio : wav, voc, mp3, dll.
    • Format lain : teks file, html, pdf, dll.
    Contohnya dengan file gambar, kunci dapat disembunyikan dengan menyisipkannya pada bit rendah (LSB) dalam data pixel yang menyusun file gambar. Metode Least Significsnt Bit merupakan metode steganografi yang mudah dipahami.
    Teknik steganografi dibandingkan dengan kriptografi memiliki keunggulan yaitu dengan steganografi keberadaan dari informasi yang disembunyikan tidak dapat dideteksi dengan mudah, dengan steganografi informasi disembunyikan sedemikian rupa sehingga menghilangkan kecurigaan. Sedangkan untuk kriptografi keberadaan dari informasi yang disembunyikan dengan jelas diketahui.

    Message Authentication Codes (MACs)

    Posted by Ae89 on

    Message Authentication Codes (MACs) menyediakan autentikasi dan data integrity. MAC merupakan checksum kriptografi pada data yang digunakan untuk menjamin bahwa data belum pernah diubah dan bahwa MAC dihitung oleh entitas yang diharapkan. Meskipun integrity pesan bisa dilakukan dengan teknik non kriptografi yang sering dikenal sebagai error detection code, namun kode ini dapat dirubah oleh lawan untuk mempengaruhi suatu aksi yang menguntungkan lawan tersebut. Penggunaan dari mekanisme kriptografi yang telah disetujui, seperti MAC, dapat mengurangi masalah ini. MAC dapat menyediakan jaminan bagi penerima pesan bahwa pengirim data adalah key holder. MACs sering digunakan untuk mengeutentikasi pengirim pesan ke penerimanya jika hanya dua belah pihak saja yang berbagi kunci MAC.
    Perhitungan pada MAC membutuhkan penggunaan (1) secret key yang hanya diketahui oleh pihak yang membangkitkan MAC dan oleh penerima MAC yang sebenarnya, dan (2) data yang dihitung menggunakan MAC. Dua tipe algoritma yang digunakan untuk menghitung MAC yang disetujui :
    - Algoritma MAC berbasiskan algoritma block cipher.
    - Algoritma MAC berbasiskan hash function.

    MACs Menggunakan Algoritma Block Cipher
    [SP800-38] mendefinisikan model untuk menghitung MAC menggunakan approved block cipher algorithm seperti AES dan TDEA. Ukuran kunci dan blok yang digunakan untuk menghitung MAC bergantung pada algoritma yang digunakan. Jika dua buah block cipher yang sama digunakan untuk enkripsi dan perhitungan MAC dalam dua operasi kriptografi yang terpisah, kunci yang sama tidak akan digunakan untuk operasi MAC dan enkripsi.
    MACs Menggunakan Hash Function
    [FIPS198] menspesifikasikan perhitungan MAC menggunakan approved hash function. Algoritmanya membutuhkan single pass dari seluruh datanya.. Variasi pada ukuran kuncidiperbolehkan untuk HMAC; pemilihan ukuran kunci bergantung pada ukuran keamanan yang disediakan untuk data dan penggunaan hash function.
    Algoritma Digital Signature
    Digital signature digunakan untuk autentikasi, integrity dan non-repudiation. Digital signature digunakan dalam konjungsi dengan algoritma hash dan diperhitungkan untuk data dengan panjang berapapun (melebihi batas yang ditentukan oleh algoritma hash). [FIPS186-3] menspesifikasikan algoritma yang disetujui untuk perhitungan digital signature. Yakni Digital Signature Algorithm(DSA) dan algoritma RSA yang dispesifikasikan pada [ANSX9.31] dan [PKCS#1] (versi 1.5 dan yang lebih tinggi lagi), dan algoritma ECDSA seperti dalam [ANSX9.62].
    DSA
    Digital Signature Algorithm (DSA) dispesifikasikan pada [FIPS186-3] untuk kunci spesifik dengan ukuran 1024, 2048, dan 3072 bit. DSA akan memproduksi atau menghasilkan tanda tangan digital dengan ukuran dari 320, 448, atau 512 bit. Sistem lama (legacy system) menggunakan ukuran kunci yang lebih kecil. Walaupun dimungkinkan untuk melanjutkan ke proses verifikasi dan melakukan proses tanda tangan digital dengan ukuran kunci yang lebih kecil tersebut, tanda tangan digital yang baru sebaiknya tidak dibuat dengan kunci dengan ukuran seperti ini.
    RSA
    Algoritma RSA, sebagaimana dispesifikasikan dalam [ANSX9.31] dan [PKCS # 1] (versi 1.5 dan lebih tinggi) adalah diadopsi untuk proses penghitungan pada tanda tangan digital dalam [FIPS186-3]. [FIPS186-3] menentukan metode untuk menghasilkan atau membangkitkan pasangan kunci RSA untuk beberapa ukuran kunci untuk [ANSX9.31] dan implementasi [PKCS # 1]. Sistem lama (legacy system) menggunakan kunci dengan ukuran yang lebih kecil. Walaupun dimungkinkan untuk melanjutkan ke proses verifikasi dan melakukan proses tanda tangan digital dengan ukuran kunci yang lebih kecil tersebut, tanda tangan digital yang baru sebaiknya tidak dibuat dengan kunci degan ukuran seperti ini.
    ECDSA
    Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA), sebagaimana dispesifikasikan dalam [ANSX9.62], adalah diadopsi untuk proses penghitungan pada tanda tangan digital dalam [FIPS186-3]. [ANSX9.62] menetapkan ukuran kunci minimum dari 160 bit. ECDSA menghasilkan tanda tangan digital yang memiliki ukuran dua kali lebih panjang. Elliptic curve yang direkomendasikan terdapat pada [FIPS186-3].
    Sumber : NIST Special Publication 800-57

    About Key Establishment

    Posted by Ae89 on

    Skema key establishment digunakan untuk membangkitkan kunci yang akan digunakan untuk komunikasi antar entitas. Terdapat dua jenis key establishment yaitu: key transport dan key agreement. Persetujuan skema key establishment tercantum di [SP800-56].
    Key transport merupakan distribusi kunci (dan material kunci yang lain) dari satu entitas ke entitas lainnya. Material kunci biasanya dienkripsi oleh entitas pengirim dan didekripsi oleh entitas penerima. Jika algoritma simetrik (misalnya, AES key wrap) digunakan untuk mengenkripsi material kunci yang akan didistribusikan, entitas pengirim dan penerima perlu mengetahui kunci simetrik wrapping key. Jika algoritma kunci publik digunakan untuk mendistribusikan material kunci, pasangan kunci digunakan sebagai key encrypting key, dalam kasus ini, entitas pengirim meng- enkripsi material kunci menggunakan kunci publik entitas penerima; entitas penerima men-dekripsi material kunci yang diterima dengan menggunakan kunci privat yang berasosiasi.
    Key agreement merupakan partisipasi dari kedua entitas (entitas pengirim dan penerima) dalam penggunaan bersama material kunci. Hal ini akan sempurna apabila menggunakan teknik asimetrik (public key) atau kunci simetrik. Jika algoritma asimetrik digunakan, masing-masing entitas memiliki baik pasangan kunci statis atau pasangan kunci sementara atau keduanya. Jika algoritma simetrik digunakan, masing-masing entitas berbagi kunci simetrik wrapping key yang sama.
    [SP800-56] menyetujui skema key establishment  yang dipilih yang didefinisikan dalam standar ANSI yang menggunakan algoritma kunci publik: [ANSX9.42], dan [ANSX9.63]. [ANSX9.42] menspesifikasikan  skema key agreement dan [ANSX9.63] menspesifikasikan skema key agreement dan key transport.
    Dengan skema key establishment yang dispesifikasikan dalam [SP800-56], salah satu pihak tidak memiliki kunci, kunci sementara, kunci statis, atau keduanya. Kunci sementara digunakan untuk  memperkenalkan rahasia baru dari satu key establishment ke key establishment yang lain, sedangkan kunci statis (jika digunakan dalam PKI dengan sertifikat kunci publik) menyediakan otentikasi pemilik. [SP800-56] mengkarakteristikkan setiap skema ke dalam kelas tergantung seberapa sering  kunci sementara dan kunci statis yang digunakan. Setiap kelas skema memiliki hubungan dengan property keamanannya. Perancang  protocol kriptografi harus memahami properti keamanan dari suatu skema untuk memastikan bahwa kemampuan yang diharapkan tersedia bagi pengguna. Secara umum, skema di mana masing-masing pihak, baik yang menggunakan kunci sementara dan kunci static menyediakan keamanan lebih daripada skema yang menggunakan kunci yang lebih sedikit. Namun, hal ini mungkin tidak praktis untuk kedua belah pihak untuk menggunakan kedua kunci static dan kunci sementara dalam aplikasi tertentu. Misalnya, dalam aplikasi email, terdapat keinginan untuk mengirim pesan kepada pihak lain yang tidak on-line. Dalam hal ini kami tidak dapat mengharapkan penerima menggunakan kunci sementara untuk menentukan pesan yang meng-enkripsi kunci.
    Discrete Log Key Agreement Schemes Using Finite Field Arithmetic
    Skema key agreement berdasarkan ketangguhan dari masalah logaritma diskrit dan menggunakan aritmatika finite field telah ditentukan dalam [SP800-56] dari [ANSX9.42]. [SP800-56] telah menentukan tujuh dari delapan skema yang didefinisikan dalam [ANSX9.42]. Setiap skema menyediakan berbagai konfigurasi pasangan kunci yang dapat digunakan, tergantung pada ketentuan situasi komunikasi.
    Discrete Log Key Agreement Schemes Using Elliptic Curve Arithmetic
    Skema key agreement berdasarkan ketangguhan dari masalah logaritma diskrit dan menggunakan  aritmatika elliptic curve telah ditentukan dalam [SP800-56] dari [ANSX9.63]. Tujuh dari sebelas skema key agreement telah ditentukan. Setiap skema menyediakan berbagai konfigurasi pasangan kunci yang dapat digunakan, tergantung pada ketentuan situasi komunikasi.
    RSA Key Transport
    Skema RSA key agreement dan key transport akan diambil dari [ANS X9.44]
    Key Wrapping
    Key wrapping adalah enkripsi kunci melalui sebuah kunci yang merahasiakan kunci menggunakan algoritma simetris (contohnya kunci AES disandikan oleh kunci AES yang merahasiakan kunci). Key wrapping memberikan kerahasiaan dan integritas pada material yang tersembunyi.
    Key Confirmation
    Key confirmation digunakan oleh dua pihak dalam sebuah proses pembuatan kunci untuk memberikan jaminan bahwa materi pengunci yang umum dan/atau rahasia bersama telah dibuat. Jaminan tersebut mungkin diberikan hanya kepada satu pihak (unilateral) atau mungkin diberikan kepada kedua belah pihak (bilateral). Jaminan tersebut mungkin diberikan sebagai bagian dari skema pembuatan kunci atau mungkin diberikan karena beberapa tindakan/kekuatan yang terjadi diluar skema. Sebagai contoh, setelah kunci dibuat, masing-masing pihak memberikan konfirmasi kepada pihak lainnya yang memiliki rahasia yang sama dengan memeragakan kemampuan mereka dalam membuat sandi dan membuka data rahasia. [SP800-56] memberikan konfirmasi kunci unilateral untuk skema dimana salah satu pihak memiliki kunci statis pembuatan kunci, dan konfirmasi kunci bilateral untuk skema dimana kedua belah pihak memiliki kunci statis pembuatan kunci.
    Key Establishment Protocols
    Key establishment  protocols menggunakan skema pembuatan kunci dalam rangka menetapkan pemrosesan yang dibutuhkan untuk membuat kunci. Bagaimanapun, key establishment protocols harus didesain dengan hati-hati tidak untuk memberikan informasi rahasia kepada musuh. Contohnya, kondisi protokol yang dinyatakan abnormal, seperti integritas data salah, memungkinkan musuh mengonfirmasi atau menolak asumsi mengenai data rahasia. Sebagai alternatif, jika waktu atau daya dibutuhkan, perhitungan tertentu didasarkan pada nilai dari rahasia atau privasi kunci yang digunakan, kemudian musuh mungkin saja dapat menarik kesimpulan kunci melalui fluktuasi yang diamati.
    Oleh karena itu, hal ini baik untuk mendesain protokol pembuatan kunci, sehingga:
    1. Protokol tidak memberikan jalan keluar yang cepat dari protokol diatas deteksi kesalahan tunggal.
    2. Protokol memicu alarm setelah mendeteksi kondisi yang salah, dan
    3. Perhitungan kunci terikat disembunyikan oleh pengamat untuk mencegah atau mengecilkan deteksi karakteristik kunci terikat.
    Source : NIST Special Publication 800-57

    Timestamping

    Posted by Ae89 on

    Pengklasifikasian  pada skema digital time stamping dikelompokkan kedalam 3 tipe dasar yaitu: skema sederhana (simple scheme), skema terangkai (linking scheme), dan skema terdistribusi (distributed scheme). Kemudian time stamping berdasarkan tekniknya dengan membagi kedalam 2 konsep yaitu konsep skema dengan menunggakan pihak ketiga terpercaya (trusted third party/TTP) dan berdasarkan konsep terdistribusi (distributed trust).
    Timestamp dengan Arbitrated Solution
    Time-Stamping authority (Trent) bertindak sebagai pihak yang dipercaya oleh pihak yang ingin memberikan time stamp pada sebuah dokumen. Pihak ini berperan dalam membuktikan keberadaan sebuah dokumen tanpa ada kemungkinan pihak pemilik dokumen dapat mengubah waktu penunjuk pada time stamp sehingga penerima dokumen dapat yakin dengan time stamp yang ada dalam dokumen tersebut.
    Pemberian time stamp dengan menggunakan jasa Trent biasanya dinamakan dengan Trusted Digital Timestamping karena biasanya pihak Trent telah dipercaya oleh orang yang ingin memberikan time stamp pada dokumennya.
    (1). Alice mengirimkan copy dokumen P (atau sebuah nilai hash dari dokumen) yang akan diberi time stamp kepada Trent
    (2.) Trent mencatat tanggal dan waktu penerimaan kemudian Trent membubuhkan waktu t dan IDclient dan digabungkan dengan dokumen seperti sebagai berikut (IDclient, t, P).
    (3). TSA mengembalikan dua nilai yaitu t dan      signature s = sigTSA(ID, t, P) ke client.
    Setelah itu jika seseorang meminta pada Alice untuk mengklaim waktu pembuatan dokumen, maka ia akan menghubungi Trent. Trent akan membuat copy dokumen dan memverifikasi dokumen yang ia terima dengan waktu dan timestampnya.
    Keterbatasan :
    1. Tidak ada privasi. Alice memberikan dokumennya kepada Trent. Jika ada seseorang yang mendengarkan pada saluran komunikasi maka ia bisa mengetahuinya. Oleh karena itu Alice harus mengenkripsinya meskipun dokumen tersebut nantinya tetap diletakkan di database Trent.
    2. Ukuran database terlalu besar sehingga kebutuhan bandwidth untuk mengirim dokumen ke Trent menjadi berat.
    3. Adanya potential error. Sebuah kesalahan transmisi atau terjadi electromagnetic bomb detonating pada sentral computer Trent dapat membuat klaim Alice tentang timestamp tidak berlaku.
    4. Kemungkinan adanya pihak yang tidak sejujur Trent untuk menjalankan timestamping service.
    Timestamp dengan Improved Arbitrated Solution.
    One way hash function dan digital signature dapat mengatasi masalah-masalah sebelumnya yakni dengan :
    (1). Alice membuat hasil hash dari dokumennya.
    (2). Alice mentransmisikan hasil hash pada Trent
    (3). Trent menambahkan tanggal dan waktu ia menerima hash di atasnya dan kemudian menandatanganinya.
    (4). Trent mengirim hash dengan timestamp yang telah ditandatangani ke Alice.
    Keterbatasan :
    Trent tidak lama menyimpan copy dari dokumen (atau hash), maka masalah keamanan dan kebutuhan storage yang besar bisa terjadi (perlu diingat bahwa fungsi hash tidak menggunakan kunci). Alice dapat dengan segera memeriksa signed timestamped hash yang ia terima pada step ke 4 sehingga ia bisa dengan segera mengetahui adanya error dalam transmisi.
    Timestamp dengan Skema Terangkai (Linking Scheme)
    Untuk menjamin bahwa Trent akan memberikan time stamp dengan tanggal dan waktu yang berbeda untuk setiap dokumen, Time-Stamping Service dapat menghubungkan semua nilai hash dari dokumen yang telah diajukan dalam sebuah rantai menggunakan sebuah hash function H. Dalam kasus ini, time stamp s untuk dokumen ke-n Hn akan menjadi:
    Tn = SK(n,A,Hn,tn,In – 1,Hn – 1,Tn – 1,Ln)
    dimana SK adalah digital signature dari Time-Stamping Service, tn adalah tanggal dari dokumen, dan Ln adalah link information:
    Ln = H(In – 1,Hn – 1,Tn – 1,Ln – 1)
    dimana tn-1 adalah tanggal dari dokumen sebelumnya Hn-1 adalah nilai hash dari dokumen sebelumnya,
    (1)   Alice mengirim Trent Hn dan A
    (2)   Trent mengirim balik ke Alice Tn
    (3)   Setelah Trent men-stamp dokumen selanjutnya, ia mengirimi Alice identifier dokumen In + 1
    Dengan cara ini, Time-Stamping Service menghubungkan time stamp sekarang dengan yang sebelumnya untuk mendapatkan sebuah rangkaian time stamp dengan urutan yang masih dalam batas. Untuk memecahkan masalah perselisihan yang mungkin timbul, Time-Stamping Service dapat mengenali jika sebuah dokumen yang telah diberi time stamp sebelum yang lainnya.
    Akan tetapi, terdapat beberapa masalah dengan implementasi dari cara ini. Salah satunya mungkin menghabiskan waktu dalam memeriksa hubungan antara dua time stamp, ini secara langsung sebanding dengan jumlah dari time stamp yang terhubung dalam rantai. Masalah lain yang mungkin adalah pertanyaan mengenai ketahanan dari Time-Stamping Service, misalkan ada dua dokumen yang datang pada waktu t1 dan t2, Time-Stamping Service tidak boleh membuat time stamp untuk dokumen yang datang pada t2 sebelum membuat time stamp untuk dokumen yang datang pada t1.
    Time Stamp dengan Distributed Trust
    Diasumsikan bahwa terdapat sebuah skema tanda tangan yang aman sehingga setiap user dapat menandatangani pesan, dan tersedia sebuah standar pseudorandom generator G yang aman untuk semua user. Sebuah pseudorandom generator adalah sebuah algoritma yang menerima masukkan berupa nilai awalan (seed) yang pendek dan menghasilkan rangkaian nilai keluaran yang tidak dapat dibedakan oleh algoritma dari rangkaian yang acak, dengan kata lain, rangkaian keluaran tidak dapat diperkirakan.
    (1). Dengan menggunakan Hn sebagai input, Alice menggenerate nilai random dari string menggunakan PRNG secara kriptografis:
    V1, V2,…..Vk
    (2) Alice menafsirkan setiap nilai identifier, I, pada orang lain. Alice mengirim nilai identifier Hn pada setiap orang tersebut.
    (3). Setiap orang tersebut melampirkan tanggal dan waktu pada hash, menandatanganinya dan mengirim balik ke Alice.
    (4) Alice menerima dan menyimpan semua signature dan timestamp.
    Penggunaan Time Stamp
    Time stamp telah banyak digunakan dalam dokumentasi suatu data yang memerlukan keabsahan dari waktu untuk menunjukkan bahwa data tersebut adalah sah. Keabsahan ini menjamin bahwa isi dari data tidak pernah diubah sejak diberi time stamp dan waktu yang terdapat pada time stamp menunjukkan waktu sesungguhnya.
    Banyak data yang menggunakan time stamp dalam menjaga keamaannya. Salah satunya adalah dokumen mengenai suatu penelitan yang memerlukan pengakuan atas waktu dari penelitiannya. Hal ini untuk menjaga agar tidak ada peneliti lain yang mengaku melakukan penelitian yang sama dan waktunya lebih dulu dari dokumen penelitian yang sebenarnya. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan dalam pemberian time stamp adalah Adobe Acrobat versi 7 dimana time stamp server harus dikonfigurasi terlebih dahulu sebelum menggunakannya.
    Pada bidang lain, misalnya lembaga keuangan, laporan keuangan yang dikeluarkan setiap tahunnya harus dijamin bahwa waktu yang tertera pada laporan tersebut adalah yang sebenarnya. Selain itu, dapat diterapkan pula pada transaksi keuangan yang terdapat dalam lembaga keuangan dengan tujuan waktu dari transaksi menyatakan waktu sesungguhnya dan menjamin tidak terjadi manipulasi.
    Penggunaan time stamp yang lain adalah IP telephony. Sebagai contoh, Real-time Transport Protocol (RTP) memberikan rangkaian (sequential) time stamp pada paket-paket suara sehingga mereka dapat ditampung dalam sebuah buffer oleh penerima, dirakit ulang, dan terkirim tanpa adanya kesalahan karena waktu dari setiap paket suara yang dikirimkan tidak mungkin berubah selama pengiriman.
    Dalam melakukan transaksi keuangan yang berbasis e-commerce, time stamp dapat pula digunakan dengan tujuan untuk menghindari adanya pesanan palsu atau tidak sah. Tujuan lain adalah untuk menghindari terjadinya perselisihan antara customer dengan perusahaan e-commerce itu sendiri.
    Masih terdapat penggunaan time stamp lainnya, yang sangat berguna untuk menghindari kesalahpahaman antara dua atau beberapa pihak mengenai keabsahan suatu dokumen. Suatu dokumen digital diberi time stamp agar suatu dokumen diakui keabsahannya baik waktu maupun isi dari dokumennya.
    Masalah yang muncul dalam Time Stamp
    Semua tahapan implementasi dari Digital Time-Stamping perlu mendapat perhatian, dari pembuatan nilai hash dari dokumen sampai pada penerimaan time stamp oleh customer. Diantara tahapan-tahapan ini, terdapat banyak kemungkinan yang dapat mengakibatkan persoalan atau kesalahan. Beberapa kemungkinan tersebut dijelaskan sebagai berikut:
    1. Spoofing: merupakan sebuah serangan yang terjadi ketika sebuah host memalsukan diri menjadi yang lain dengan tujuan untuk menangkap pesan yang diperuntukan untuk mesin yang asli. Pada Digital Time-Stamping, serangan ini dapat terjadi dimana sebuah mesin berpura-pura menjadi entitas Time-Stamping dan menghasilkan time stamp yang salah. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan memperkenalkan sebuah sistem yang dapat mendeteksi serangan tersebut, biasanya dinamakan Intruders Detection System (IDS).
    2. Denial of Service: adalah sebuah kemampuan satu atau beberapa host untuk mengirimkan beberapa nilai hash ke sistem yang terbuka dari korban, dalam kasus ini, entitas Time-Stamping. Dengan cara ini, penyerang (attacker) memenuhi koneksi dari Time-Stamping Service untuk memaksanya menolak permintaan time stamp yang baru. Penyelesaian akan masalah ini sama dengan Spoofing.
    3. Cheat the stamp’s chain: seseorang yang mempunyai akses terhadap entitas Time-Stamping dan mengetahui bagaimana linking dari time stamp, dapat membuat sebuah cabang rantai yang salah dari rantai tersebut untuk mendapatkan hasil yang salah. Hal ini dapat diselesaikan dengan menjalankan pencarian secara periodik di dalam rantai atau tree untuk memeriksa jika terdapat cabang yang salah.
    4. Compromised function F: ketika hal ini terjadi, entitas Time-Stamping sebaiknya melakukan prosedur perbaikan, jika tidak dilakukan maka tidak terdapat kepercayaan time stamp yang dibuat oleh entitas tersebut. Tapi entitas Time-Stamping tidak membutuhkan semua dokumen untuk melakukan proses linking lagi. Salah satu solusinya adalah memakai dua tipe function F, sebagai contoh, nilai hash dihasilkan dengan MD5 dan juga dengan SHA-1, sehingga membuatnya semakin susah bagi penyerang untuk memalsukan sebuah time stamp. Solusi yang lain adalah secara periodik menandatangani kembali semua node-node dari rantai dengan metode tanda tangan yang lebih baru.
    Source : Applied Cryptography, Bruce Schneier

    10 Sertifikasi Information Security

    Posted by Ae89 on

    digital_lifestyle
    1. Certified Information Systems Auditor (CISA)
    Sertifikasi yang sudah diterima secara internasional sebagai standar pencapaian prestasi dalam bidang audit, kontrol, dan keamanan sistem informasi. Pemegang setifikat CISA dihargai sebagai profesional auditor sistem informasi yang berkualitas tinggi.
    2. Certified Information Security Manager (CISM)
    CISM setingkat di atas CISA dan cocok diambil oleh para IS (Information Security) Manager atau mereka yang bergelut di dunia manajemen keamanan informasi. Bersifat lebih makro dan memfokuskan diri pada information risk management.
    3. Certified  Information System  Security Professional (CISSP)
    Kandidat CISSP harus memiliki pengalaman minimal 3 tahun di beberapa bidang tertentu. Kandidat harus bersih dari catatan kriminal sedikitpun.
    4. CompTIA Security +
    Pemegang sertifikat ini berarti telah mempunyai pemahaman tentang konsep keamanan komunikasi, infrastruktur, kriptografi, keamanan operasional, dan keamanan informasi secara umum.
    5. Certified Internet Web (CIW) Security Analyst
    Pemegang sertikikat ini berarti sudah bisa mengidentifikasikan ancaman keamanan dan mengembangkan sistem penangkalnya. Selain itu ia juga mampu mengimplementasikan solusi e-business komplit dengan keamanan terjamin.
    6. Certified Ethical Hacker (CEH)
    Tugas pemegang sertifikat ini adalah menelisik jaringan atau sebuah sistem komputer dari organisasi dan mencari kelemahannya. Seperti hacker, ia memiliki kemampuan seperti hacker profesional.
    7. Computer Hacking Forensic Investigator (CHFI)
    Sertifikat ini bisa menjadikan Anda sebagai penyelidik layaknya detektif atau polisi. Menemukan hacker, menelusuri serangan hacker, mencarikan bukti dari tindak kejahatan keamanan sistem informasi, melakukan antisipasi keamanan untuk kondisi berikutnya.
    8. EC Council Certified Security Analyst ECSA
    Setingkat di atas CEH (dan CHFI). Pemilik sertifikat ECSA dapat mengeksplorasi fase analisa dalam (ethical) hacking. Ia juga bisa memahami bagaimana cara menganalisa dan menginterpretasi hasil uji sekuriti oleh ahli CEH.
    9. Security Certified Network Specialist (SCNS)
    Pemegang sertifikat ini lebih fokus pada teknologi pengamanan perimeter jaringan yang bersifat defensif seperti firewall, intrusion detection, dan security router.
    10. GIAC Certified Firewall Analyst (GCFW)
    Yang menjadi fokus dari pelatihan GCFW adalah perangkat pengamanan jaringan, VPN, dan desain jaringan keseluruhan.

    Navy Research Laboratory (NRL) Protocol Analyzer

    Posted by Ae89 on

    index1.php
    Protokol kriptografi merupakan protokol komunikasi yang menggunakan fungsi enkripsi dengan tujuan untuk distribusi kunci kriptografi, autentikasi pihak-pihak yang saling berkomunikasi dalam sebuah jaringan yang rawan terhadap berbagai kemungkinan serangan yang berusaha untuk menggagalkan tujuan dari suatu protokol. Sebagai contoh adalah kerawanan terhadap usaha pencurian session key yang akan digunakan untuk komunikasi. Namun, tidak selamanya suatu protokol selalu aman. Setiap protokol pastilah mempunyai kekurangannya masing-masing. Karena berbagai kekurangan yang dapat terjadi itu, maka biasanya protokol-protokol autentikasi tersebut biasanya mengikuti standar dari ISO yang menyarankan penggunaan public key cryptosystem di dalamnya. Dengan penggunaan public key ini setiap orang bisa mengirimkan pesan rahasianya dengan enkripsi menggunakan public key dan setiap penerima pesan bisa melakukan dekripsi menggunakan private key-nya, juga termasuk untuk proses signing pesan menggunakan private key pengirim pesan, yang nantinya akan diverifikasi oleh receiver menggunakan public key sender.
    Jikalau analisis IKE pernah dilaksanakan oleh R. Canetti dan H. Krawczyk dengan berbasis matematis untuk pertama kalinya, Zhou berbasis non-matematis, maka Meadows menggunakan Navy Research Labs (NRL) protocol analyzer yang merupakan sebuah sistem yang handal untuk menganalisis protokol keamanan yang ditulisnya dalam sebuah prolog. Lebih jelasnya, NRL protocol analyzer ini merupakan merupakan suatu prototipe tool yang bertujuan untuk melakukan fungsi verifikasi. IKE dianalisis untuk suatu prinsip kerahasiaan, autentikasi maupun perfect forward secrecy (PFS), dalam hal ini adalah pada segi keamanan saat distribusi kunci di dalam jaringan. Dari sini dapat ditemukan beberapa permasalahan yang menjadi sumber serangan bagi IKE. Dengan memperhatikan pada sumber dan usaha yang dilakukan, kesimpulan yang dapat diambil dari analisis ini berdampak pada evolusi IKE menjadi IKEv2.
    NRL Protocol Analyzer telah diterapkan di antara Quintus Prolog dan SWIProlog serta pada titik ini terdiri dari sekitar 4.000 baris kode. Terlebih dulu, para Analyzer tidak lebih dari memberikan penjelasan lengkap mengenai semua state yang bisa segera mendahului state tertentu. Versi Analyzer ini digunakan untuk memverifikasi beberapa protokol sederhana. Sementara Analyzer dalam hal ini, beberapa prosedur umum untuk membuktikan state  yang tidak terjangkau untuk dikembangkan.
    Meskipun Analyzer masih agak rumit untuk digunakan, kita dapat menemukan cacat yang tidak bisa diketahui sebelumnya dalam dua protokol seperti: Simmons broadcast selective protocol dan Burns Mitchell resource sharing protocol.
    Biasanya beberapa tantangan bisa muncul saat kita menerapkan model checking terhadap analisis protokol kriptografi. Oleh karena itu, NRL Protocol Analyzer didesain dengan tujuan untuk mengimbangi tantangan-tantangan tersebut. NRL Protocol Analyzer bisa digunakan untuk membuktikan properti keamanan dari protokol kriptografi juga menentukan letak-letak lubang keamanan. Dalam keadaan tertentu, digunakan untuk menemukan cacat yang belum diketahui dalam Simons Selective Broadcast Protocol dan Burns Mitchell Resource Sharing Protocol dan cacat dari sebuah implementasi terpisah yang tidak diketahui dalam protokol reauthentication Neuman Stubblebine.
    Protokol NRL Protocol Analyzer ini berdasarkan atas sebuah versi pada bagian yang pernah ditulis kembali oleh Dolev dan Yao, dimana diasumsikan seorang intruder mampu membaca semua lalu lintas pesan, memodifikasi maupun merusak message traffic dan juga melakukan operasi seperti layaknya user yang sah di dalam protokol. Namun bagaimanapun tetap ada beberapa kata/ secret word (kunci enkripsi) yang mana intruder belum mengetahuinya dan mencoba untuk menemukannya. Namun meskipun NRL Protocol Analyzer ini berbasiskan Dolev dan Yao, ada perbedaan pada pembuktian properti keamanan protokolnya.

    Fungsi Hash : HAVAL

    Posted by Ae89 on

    keyFungsi hash sering disebut enkripsi satu arah , atau sering disebut message digest . Fungsi hash adalah many to one , sehingga memungkinkan terjadi collision ( tabrakan ). Secara umum fungsi hash memiliki 2 sifat dasar yaitu
    • sifat kompresi, fungsi h memetakan input x dengan panjang sembarang ke output Y = h(x) dengan panjang tetap n ,
    • mudah dihitung, dengan diberikan h dan sebuah input x, maka Y mudah dihitung.
    Sangatlah menyulitkan untuk menghitung pasangan dari pesan yang punya nilai digest yang sama. Algoritma hash satu arah sering digunakan untuk autentikasi, secara umum dalam tanda tangan digital dan meningkat sejak ditemukan kunci publik oleh Diffie Hellman. Kemudian ditemukan algoritma hash satu arah , misalnya yang efisien dalam implementasi software, yang digest outputnya bernilai tetap. Misal keluarga MD dengan 128 bit dan SIIS digest dengan 160 bit.
    Dikembangkan algoritma hash satu arah yang dapat menghasilkan digest output yang berubah – ubah . Algoritma seperti itu lebih fleksibel dan cocok untuk aplikasi dimana panjang output digest yang berubah – ubah dibutuhkan. Algoritma ini ialah HAVAL yang diciptakan oleh Yuliang Zheng, Josep Pieprzyk dan Jennifer Seberry pada tahun 1992. Haval mengunakan fungsi Boolean, dengan sifat:
    1. keseimbangan 0 – 1
    2. non – linear
    3. memenuhi Strict Avalanche Criterion ( SAC )
    4. tidak dapat diubah menjadi lainnya dengan menambahkan transformasi linear ke koordinat input.
    5. satu sama lain tidak berkolerasi melalui fungsi linear
    Dalam hal ini HAVAL bekerja dalam GF(2). Bit dinotasikan dengan huruf kecil, sedangkan string akan dinotasikan sebagai huruf besar. Sebuah byte merupakan string yang terdiri dari 8 bit. Word merupakan string yang terdiri dari 4 byte ( 32 bit ). Sedangkan Block merupakan rangkaian dari 32 word ( 1024 bit ). Kita anggap The Most Significant Bit/ Byte/ Word/ Block terletak paling kiri. Misalkan terdapat biner string X = Xn-1 Xn-2 …..Xo, sehingga memiliki nilai integer I x = Xn-1 2 n-1 + Xn-2 2 n-2 + …… + Xn 2 0.
    Perkalian dan penjumlahan X1, X2 dalam GF(2) dinotasikan X1X2 dan X1+X2, terdapat dalam GF(2), sedangkan perkalian dan penjumlahan 2 buah string biner dengan panjang sama , dinotasikan sebagai S1•S2 dan S1+S2. Catatan bahwa operasi • dikerjakan terlebih dahulu dari pada +. Ditentukan pula misalnya S1 = W 1,n-1 W 1,n-2 ….. W 1,0, dimana setiap W i,j adalah 32 bit-word. Sehingga penjumlahan word mod 232 dari 2 string dinotasikan sebagai S1 + S2 dan dijabarkan sebagai  ( W 1,n-1 + W 2,n-1 mod 232 )  ( W 1,n-2 + W 2,n-2 mod 232 )….( W 1,0 + W 2,0 mod 232 ), dimana W i,j dalam [0,232 -1 ]
    Proses  Haval pesan M , dengan 3 langkah :
    1. Proses Padding ( penambahan ) pada pesan sehingga menjadi sepanjang perkalian dari 1024. Blok terakhir ( the most significant block )  dari penambahan pesan mengindikasikan panjang dari pesan asli, panjang yang dibutuhkan dari digest, dan jumlah dari passes setiap blok yang diproses serta nomor versi dari Haval yaitu 1.
    2.Hitung berulang kali D i+1 = II ( Di, Bi ) untuk i dari 0 sampai n-1, dimana D0 adalah 8 word tring konstan dan n adalah totaldari jumlah blok dalah pesan yang ditambahkan
    3.Mengatur nilai Dn 256 bit didapat dari perhitungan diatas menurut panjang digest yang ada diblok terakhir Bn-1, dan output dari nilai yang diatur sebagai digest pesan M.

    Kelemahan :
    1.  Menggunakan birthday attack dapat ditemukan collision
    2.  Haval-128 dengan p=3,4,5 telah dibreak. Untuk versi lain belum diketahui statusnya
    3. Tidak diketahui perbedaan dari versi Haval
    Kelebihan :

    1. Dapat menghasilkan 15 tingkat level keamanan
    2. Output digestnya dapat berbeda:128, 160,192, 224, 256 bit
    3.  Sangat cocok untuk 32bit komputer
    4.  Lebih cepat dari MD5 : 60%(p=3), 15% (p=4), sama cepat(p=5)

    Semi Invasive Attack

    Posted by Ae89 on

    Sebuah secure microcontroller ataupun smartcard harus dibangun sedemikian hingga informasi bisa diexstract ketika dibutuhkan. Tujuan lainnya adalah menjaganya  informasi rahasia tetap utuh selama operasi, sehingga tidak ada satupun attacker yang mampu mengubah secret  key menjadi suatu nilai yang diketahui ataupun sebaliknya malah berinteraksi dengan algoritma enkripsi maupun dekripsi.
    Sekarang ini attack bisa dibagi menjadi dua kategori utama yakni non invasive dan invasive attack.
    Non invasive attack melibatkan peranan dari persediaan suplai tegangan dan clock signal. Under voltage dan over voltage attack dapat digunakan untuk melumpuhkan circuit proteksi ataupun menyababkan processor melakukan operasi yang tidak sesuai dengan fungsinya. Begitupun dengan peralihan energi dan clock yang juga bisa digunakan untuk mempengaruhi proses decoding dan eksekusi dari instruksi secara terpisah. Dengan mengubah-ubah parameter, CPU dapat dibuat sedemikian hingga mengeksekusi sejumlah berbeda salah yang jauh berbeda. Terkadang hal ini bisa menjadi cukup wajar untuk mampu memhantarkan suatu pencarian sistematik. Serangan/ attack lain yang mungkin yakni power analysis, dimana kita mengukur nilai fluktuasi pada saat penggunaan terakhir suatu device. Instruksi yang bervariasi mempengaruhi level aktivitas yang berbeda dalam  instruction decoder dan arithmetic unit, seringkali menjadi cukup jelas perbedaannya, dan akhirnya bagian-bagian dari algoritma bisa direkonstruksi.
    Non invasive attack ini berbahaya untuk dua macam alasan. Pertama, pemilik dari device yang hilang akan menotifikasi bahwa secret key yang ia miliki telah hilang, sehingga kunci yang hilang tersebut tidak mungkin direvokasi sebelum disalahgunakan. Kedua, non invasive attack biasanya terukur secara baik, sebagai suatu perlengkapan yang penting biasanya  dapat direproduksi dan di-up date dengan biaya yang murah. Permasalahan yang paling utama dari penerapan attack ini adalah kebutuhan akan pengetahuan yang lengkap tentang processor dan software.
    Invasive attack diawali dengan removal bungkus chip. Pertama, jika chip terbuka, maka dimungkinkan untuk dilakukan probing atau modification attack. Tool yang paling penting untuk invasive attack yaitu suatu microprobing attack. Kita harus memindahkan sedikitnya bagian dari passivation layer sebelum probe dapat membangun suatu koneksi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara etching, drilling ataupun menggunakan laser cutter. Pendekatan yang lain untuk mengetahui bagaimana suatu particular chip bekerja adalah dengan reverse engineering. Langkah pertama adalah dengan membuat map untuk sebuah processor yang baru. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan optical microscope dengan sebuah kamera CCD untuk menghasilkan fotografi beresolusi tinggi pada permukaan chip. Attacker mungkin familiar dengan teknik desain CMOS VLSI dan arsitektur microcontroller, tetapi penting bahwa pengetahuan tersebut dengan mudah tersedia dari  sejumlah textbook. Layer yang lebih dalam lagi hanya dapat diketahui dalam sebuah fotografi second series setelah metal layer dilepaskan dengan cara meng-etching chip. Kemudian tools yang lebih handal lagi seperti Focused Ion Beam (FIB) workstation dapat digunakan untuk melakukan attack. FIB workstation digunakan untuk memodifikasi struktur chip dengan membuat interconnect line yang baru dan mungkin juga transistornya.
    Semua invasive attack cukuplah rumit kerana membutuhkan waktu berjam-jam ataupun berminggu-minggu di dalam lab yang spesialis dan dalam prosesnya mereka harus menghancurkan paket. Invasive attack membutuhkan spesialis yang berkualifikasi dan juga membutuhkan budget yang tepat.
    Dari sini dapat dilihat gap yang jauh antara dua tipe attack tersebut. Oleh karena itu akhirnya diperkenalkan tipe attack yang baru, yang disebut sebagai semi invasive attack. Seperti halnya invasive attack, attack ini memerlukan depackaging chip agar supaya mendapatkan akses terhadap chip surface. Passivation layer bagaimanapun juga tetap utuh, sebagai metode semi invasive tidak membutuhkan depassivation atau membuat contact terhadap internal line. Hal ini dikarenakan microprobing tidak digunakan sebagai teknologi dalam attack ini.
    Semi invasive attack bisa dilakukan dengan tools seperti sinar ultraviolet, X-ray dan source lainnya dari ionizing radiation, laser dan electromagnetic field. Source ini bisa digunakan secara terpisah ataupun dikonjungsikan satu sama lain.
    Jika dibandingkan dengan non invasive attack, semi invasive attack lebih sulit untuk diimplementasikan sebagaimana membutuhkan depackaging chip tersebut. Namun, meski demikian semi invasive attack membutuhkan perlengkapan yang lebih murah dibandingkan dengan yang dibutuhkan dalam invasive attack dan juga membutuhkan waktu yang lebih singkat.
    Diterjemahkan dari: http://www.cl.cam.ac.uk/~sps32/

    Digital Certificate

    Posted by Ae89 on

    Saat ini, sudah banyak organisasi yang me-manage kunci serta sertifikat secara manual dan pada sebuah basis application by application. Hal ini dimungkinkan jika organisasi tersebut mengembangkan aplikasi dalam skala kecil untuk sejumlah user. Namun, karena penggunaan public key semakin berkembang maka perlu ada fungsi manajemen yang menangani fungsi khusus untuk generate, storage sampai distribusi kunci. Dengan kata lain, perlu adanya otomatisasi berbasis Public Key Infrastructure (PKI).
    Komponen-komponen PKI yang perlu kita ketahui yakni:
    1. Certification Authority (CA)
    Perlu diketahui bahwa yang berhak untuk mengeluarkan dan menandatangani sertifikat digital adalah Certification Authority (CA).
    2. Repository of key, certificate dan Certificate Revocation List (CRL)
    3. Fungsi manajemen, yang diimplementasikan menggunakan management console.
    Jika PKI menyediakan key recovery otomatis, maka disitu juga terdapat key recovery service yang terpisah dengan Registration Authority (RA).
    Fungsi Public Key Infrastructure (PKI) :
    - Mengeluarkan certificate
    - Merevoke certificate jika compromised, hilang atau telah memasuki masa expired
    - Membuat dan mempublikasikan CRLs
    - Menyimpan dan meretrieve certificate maupun CRLs melalui directory service dengan access via LDAP
    - Key life cycle management (hal ini merupakan fungsi kritis dari PKI)
    - Timestamping
    - Certificate validation
    Kemudian beberapa standar PKI itu penting untuk:
    - Enrollment procedure
    - Format certificate
    - Format CRL
    - Format untuk certificate enrollment message
    - Format digital signature
    - Protokol challenge and response
    Fokus utama dari standar PKI adalah untuk PKI working grouping pada IETF, yang biasa disebut sebagai group PKI X (untuk PKI yang menggunakan sertifikat X.509)
    Komponen-komponen PKI X yakni user (end entity), CA, RA dan repository.
    Spesifikasi PKI X berdasarkan beberapa standar yakni :
    1. X.509 dari ITU
    2. PKC5 dari RSA Data Security
    Adapun tujuan utama dari X.509 adalah mendefinisikan standar format untuk digital certificate.

    Introduction to Ubiquitous Network

    Posted by Ae89 on


    Seiring berjalannya waktu, transformasi teknologi semakin berkembang. Semakin banyak perubahan dan kemudahan dalam setiap kegiatan manusia, hingga saat ini dikenal sebagai era ubiquitous network. Kali ini saya hanya berusaha untuk sedikit memperkenalkan istilah lama namun yang masih dianggap baru ini secara garis besarnya.
    Ubiquitous network merupakan istilah untuk jaringan internet yang bisa diakses dimanapun, kapanpun  dan oleh siapapun dengan berbagai device yang berbeda-beda. Ubiquitous network ini memungkinkan bagi kita untuk berkomunikasi dengan multidevice, selain menggunakan komputer juga bisa menggunakan PDA, TV digital, Radio Frequency Identification (RFID) yang terembeed pada suatu objek dan sebagainya. Dengan ubiquitous network maka dimungkinkan setiap orang bisa melakukan kontrol dan perintah terhadap peralatan rumah tangga atau perusahaannya melalui jaringan secara otomatis. Misalnya kita bisa menyalakan lampu rumah via jaringan kantor atau tempat lain yang berbeda tanpa harus berada di rumah, untuk mengisi vending machine jika persediaan softdrink di dalamnya telah habis maka secara otomatis RFID yang tertempel pada vending machine akan mendeteksi hal tersebut dan mengirimkan permintaan pengisian kembali, dan sebagainya.
    Di kawasan Asia, Jepang dan Singapore, ubiquitous ini sudah mampu diterapkan sejak lama. Jadi sekarang sudahlah jelas dan tak perlu asing lagi jika mendengar istilah ubiquitous network. Lalu bagaimana dengan pemikiran kita ke depannya jika ubiquitous network sudah bisa diterapkan secara luas? Siapa tahu dengan kemudahan ini semakin banyak timbul permasalahan yang terkait dengan serangan terhadap jaringan dan privasinya. Lalu mari kita pikirkan bagaimana cara pengamanan yang tepat. Mungkin bisa melalui pemanfaatan teknik-teknik kriptografi untuk diterapkan di dalam protokol jaringan, algoritma, device ataupun bagian-bagian lainnya.

    “Crypto” vs “persandian”

    Posted by Ae89 on

    Kriptologi dan persandian merupakan dua istilah yang berbeda. Perlu adanya penjelasan yang terperinci sehingga dapat dibedakan secara spesifik. Kriptologi berbeda dengan persandian.
    1. Di dalam Handbook of Applied Cryptography, kriptologi didefinisikan sebagai studi yang mempelajari kriptografi dan kriptanalisis. Kriptologi mencakup dua cabang ilmu: 1) Kriptografi, yang mempelajari cara-cara (sistem, metode) penyandian (enkripsi) secara matematis. 2) Kripanalisis meneliti metode-metode memperoleh teks berita (teks terang) dari teks sandi yang inkoheren itu. Dari perilaku huruf-huruf teks sandi dicari indikator-indikator yang mengarah ke gejala-gejala menuju ke pembentukan kata-kata, umpamanya distribusi frekuensi huruf-huruf mono-, bi- atau triliteral, pengulangan rangkaian huruf-huruf (repeated sequences), pola-pola kata (idiomorf), dan lain sebagainya. Probable words (kata-duga) atau isi-duga (probable content) juga sangat membantu keberhasilan kripanalisis.
    • Kriptografi menurut Bruce Schneier dalam Applied Cryptography adalah ilmu atau seni untuk menjaga kerahasiaan berita. Definisi lainya menurut A. Menezes, P. Van Oorschot dan S. Vanstone dalam Handbook of Applied Cryptography adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi.
    Menurut definisi diatas, kriptologi merupakan ilmu. Ilmu tersebut menggunakan teknik-teknik matematika.
    2. Persandian memiliki kata dasar sandi. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, sandi memiliki arti kode atau rahasia. Persandian memiliki penjelasan sebagai segala yang berhubungan atau berkaitan dengan sandi menyandi. Persandian merupakan kata yang mencakup segala hal baik itu kegiatan, sumber daya manusia, peralatan, ilmu maupun cara yang digunakan untuk menyandi. Sandi merupakan suatu perjanjian/ kesepakatan antara dua pihak atau lebih. Tanpa suatu perjanjian, maka sandi tidak berjalan. Meskipun bertujuan untuk membuat sesuatu objek menjadi tidak terlihat atau tidak terbaca, namun ada pihak lain yang menjadi pihak yang berhak dan harus mengetahui isi pesan yang disampaikan. Yang menjadi subjek penyandian yaitu data/ info tertulis, kegiatan, manusia, lokasi, peralatan dan sebagainya yang membutuhkan teknik pengkodean atau perahasiaan. Yang menjadi subjek dalam penyandian yakni manusia atau pun peralatan (hardware maupun software).
    Dari pendefinisian tersebut menjelaskan bahwa persandian memiliki arti yang sangat luas. Hal ini dikarenakan persandian mencakup berbagai macam bidang dalam sandi menyandi. Cakupan tersebut membuat persandian harus dilihat dari berbagai macam sisi agar dapat melihatnya secara utuh. Dikarenakan luasnya cakupan dalam persandian, maka persandian pasti berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu maupun hal yang lainya.
    Dalam buku Jelajah Kriptologi (2007) terdapat skema mengenai domain persandian. Satu area merupakan domain persandian, dimana area tersebut beririsan dengan berbagai domain yang lainya seperti ilmu sains dan matematika, teknologi informasi dan komunikasi, serta inteljen. Setiap area persandian yang beririsan dengan area lainya menghasilkan area irisan yang memiliki nama sendiri. Irisan antara persandian dengan ilmu sains dan matematika menghasilkan kriptologi. Irisan antara persandian dengan inteljen mengasilkan pengamanan informasi dan kriptanalisis. Irisan antara persandian dengan teknologi informasi dan komunikasi menghasilkan suatu software atau hardware kripto.
    Persandian dan kriptologi merupakan dua domain yang berbeda. Persandian bisa meliputi kegiatan, teknologi, ilmu dan seni. Sedang jika dikaitkan dengan ilmu sains serta matematika, maka suatu ilmu dan teknik untuk mendukung persandian ini disebut sebagai kriptologi. Kriptologi merupakan ilmu. Dengan kriptologi, maka aspek-aspek keamanan seperti confidentiality, integrity dan availability bisa dicapai dengan menerapkan fungsi-fungsi keamanan yang berkaitan dengan sains dan matematika. Untuk bisa mendapatkan kerahasiaan (confidentiality) maka diperlukan teknik enkripsi dan dekripsi. Enkripsi dan dekripsi merupakan fungsi invers yang saling berketergantungan. Intergity bisa dicapai dengan fungsi hash atau digital signature. Fungsi hash memanfaatkan teknik matematis yang memungkinkan hasil dari suatu perhitungan tidak bisa diinverskan ke bentuk semula (memetakan string dengan panjang sembarang ke bentuk string dengan panjang tertentu). Digital signature memanfaatkan penggunaan bilangan prima misalnya seperti RSA yang kemudian dikombinasikan dengan elliptic curve yang beroperasi pada suatu Galois field. Atau sains selain matematika seperti penggunaan DNA sebagai salah satu fingerprint untuk proses otentikasi, pemanfaatan gerakan mouse, keyboard atau pemanfaatan sinyal listrik sebagai generator kunci.
    Persandian jika berhubungan dengan teknik-teknik kriptografi dan ICT nantinya akan menjadi suatu bentuk crypto engineering. Persandian tidak hanya sebatas kegiatan dan ilmu untuk merahasiakan/ mengkodekan pesan ke bentuk yang tidak bisa dimengerti maliankan juga merupakan usaha dan teknik untuk memecahkan (menganalisis) kode/ pesan tersembunyi.
    Kriptologi merupakan ilmu dan teknik, bukan sebagai kegiatan. Kriptografi ini murni berupa teknik pengamanan informasi yang dikaitkan dengan komunikasi, telekomunikasi dan komputasi. Di dalam kriptologi tidak akan pernah membahas bagaimana cara mengamankan peralatan, lokasi, dsb (pengamanan fisik), pengamanan personil tanpa teknik matematis/ sains. Namun dalam persandian, maka pengamanan bisa meliputi segala bentuk objek baik fisik, SDM, kegiatan, materiil, dokumen yang berisi informasi berklasifikasi, komunikasi, peralatan, dsb tanpa harus menggunakan teknik matematis.
    Pelaku persandian disebut sebagai sandiman, sedangkan pelaku kriptologi atau lebih spesifiknya kriptografi disebut kriptografer. Seorang kriptografer tidak bisa disebut sebagai sandiman. Sedangkan seorang sandiman pasti bisa menjadi kriptografer. Hal ini dikarenakan ruang lingkup persandian lebih luas dibandingkan dengan lingkup kriptografi. Kriptografi hanyalah bagian kecil dari persandian. Persandian bisa berkaitan dengan domain lain seperti intelijen, TIK dan ilmu sains/ matematika. Sedangkan kriptologi bisa hanya berdiri sendiri sebagai ilmu.
    (Mohon koreksinya apabila ada yang salah. Hanya mencoba menganalisis apa yang saya dapatkan saja).

    Information Assurance

    Posted by Ae89 on

    Information assurance (IA) merupakan langkah-langkah melindungi dan mempertahankan informasi dan sistem informasi dengan memastikan ketersediaan, integritas, otentikasi, kerahasiaan dan nirpenyangkalan. Upaya tersebut termasuk menyediakan pemulihan sistem informasi dengan menggabungkan kemampuan proteksi, deteksi dan reaksi.[1]
    [2]Information assurance merupakan praktek pengelolaan resiko yang berkaitan dengan penggunaan, pemrosesan, penyimpanan, dan transmisi informasi/ data, sistem serta proses yang digunakan untuk tujuan tersebut. Information assurance terkait erat dengan keamanan informasi dan kadang-kadang istilah tersebut digunakan secara bergantian.
    Saat berfokus pada informasi dalam bentuk digital, kisaran penuh information assurance tidak hanya meliputi bentuk digital saja melainkan juga analog atau bentuk fisik. Information assurance sebagai suatu bidang telah tumbuh dari praktek keamanan informasi yang bermula dari praktek-praktek dan prosedur keamanan komputer.
    Ada tiga model yang digunakan dalam praktek information assurance untuk menentukan persyaratan penjaminan dan yang membantu dalam mencakup semua aspek atau atribut yang diperlukan.
    Yang pertama adalah model keamanan informasi klasik, biasa disebut CIA Triad, yang membahas tiga atribut informasi dan sistem informasi yaitu kerahasiaan (Confidentiality), integritas (Integrity), dan ketersediaan (Availability). Model CIA ini sangat berguna sebagai pengantar dan konsep dasar keamanan dan penjaminan informasi.
    Gambar 2.2 Model of integrated CIA triad, Defense-in-Depth strategies
    Model berikutnya yang paling dikenal luas adalah model information assurance Lima Pilar, dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense (DoD)) dalam berbagai publikasi, dimulai dengan National Information Assurance Glossary, Komite tentang Instruksi Sistem Keamanan Nasional CNSSI-4009. Berikut ini adalah definisi dari publikasi tersebut: “Ukuran yang melindungi dan mempertahankan informasi serta sistem informasi adalah dengan memastikan ketersediaan (availability), integritas, otentikasi, kerahasiaan, dan non-repudiation. Langkah-langkah ini mencakup penyediaan pemulihan sistem informasi dengan menggabungkan kemampuan perlindungan, deteksi, dan reaksi”. Model Lima Pilar terkadang dikritik karena otentikasi dan non-repudiation bukanlah atribut informasi atau sistem, melainkan merupakan prosedur atau metode yang berguna untuk menjamin integritas dan keaslian informasi serta untuk melindungi kerahasiaannya.
    Model information assurance yang ketiga kurang dikenal luas tetapi information assurance ini oleh banyak praktisi dan profesional dianggap paling lengkap dan akurat, yakni model Parkerian Hexad, pertama kali diperkenalkan oleh Donn. B. Parker pada tahun 1998. Seperti model Lima Pilar, Parkerian Hexad dimulai dengan membangun model CIA tetapi dengan menambahkan tiga atribut keaslian, kegunaan, dan kepemilikan (atau kontrol). Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa konsep atau atribut keaslian, seperti yang dijelaskan oleh Parker, tidak identik dengan pilar otentikasi seperti yang dijelaskan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

    Defense in Depth

    Posted by Ae89 on

    Sebuah prinsip penting dari strategi Defense in depth adalah bahwa information assurance membutuhkan fokus yang seimbang pada tiga elemen utama: manusia, teknologi dan operasional. Defense in depth menggunakan pendekatan praktek terbaik yang bergantung pada kecerdasan aplikasi teknik dan teknologi yang sudah ada[2]. Merekomendasikan strategi keseimbangan antara kemampuan perlindungan dan biaya, kinerja, dan pertimbangan operasional dalam keseluruhan misi organisasi.
    1)      Sumber Daya Manusia.
    Pencapaian information assurance dimulai dengan komitmen manajemen tingkat senior (biasanya di tingkat Chief Information Officer) yang didasarkan pada pemahaman yang jelas tentang ancaman. Hal ini harus diikuti dengan kebijakan dan prosedur information assurance yang efektif, peran tugas dan tanggung jawab, komitmen sumber daya, pelatihan personil kritis (misalnya pengguna dan administrator sistem), dan tanggung jawab pribadi. Dalam hal ini termasuk pembentukan personel keamanan fisik dan langkah-langkah keamanan untuk mengontrol dan memonitor akses ke fasilitas dan elemen-elemen penting dari lingkungan teknologi informasi.
    2)      Teknologi.
    Untuk memastikan bahwa teknologi yang tepat diperoleh dan disebarkan, sebuah organisasi harus menetapkan kebijakan dan proses akuisisi teknologi yang efektif. Hal ini harus mencakup: kebijakan keamanan, prinsip-prinsip information assurance, tingkat sistem arsitektur dan standar information assurance, kriteria untuk produk information assurance diperlukan, akuisisi produk yang telah divalidasi oleh pihak ketiga yang memiliki reputasi baik, bimbingan konfigurasi, dan proses untuk menilai risiko sistem terpadu.
    3)      Operasi.
    Operasi berfokus pada semua kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan postur keamanan organisasi dari hari ke hari.