KRIPTOGRAFI
SEJARAH KRIPTOGRAFI
Kriptografi merupakan teknik penyembunyian informasi rahasia, biasanya berupa teknik matematis, coding, maupun cara lainnya dengan tujuan agar pesan yang disimpan atau ditransmisikan hanya bisa diketahui oleh pihak yang berkepentingan saja.
Pengantar Kriptografi
Kriptologi merupakan ilmu yang mempelajari pengamanan pesan dalam perihal berkomunikasi dengan keberadaan pihak lawan, mengupayakan supaya pesan rahasia tersebut tidak jatuh ke pihak yang tidak berkepentingan, juga termasuk bagaimana cara membuka pesan rahasia baik dengan menggunakan kunci maupun tidak menggunakan kunci. Kriptologi ini di bagi menjadi 2 bagian yaitu kriptografi dan kriptanalisis. Orang yang melakukan kegiatan di bidang kriptografi disebut kriptografer. Sedangkan orang yang yang melakukan kriptanalisis disebut kriptanalis. Beda antara keduanya yaitu, jika kriptografi itu bertujuan untuk mengenkripsi dan dekripsi pesan dengan suatu kunci, sedangkan kriptanalisis bertujuan untuk mencari-cari kemungkinan plainteks yang terenkripsi tanpa menggunakan kunci.
Steganografi sebagai “kembaran” kriptografi….
- Format image : bitmap (bmp), gif, pcx, jpeg, dll.
- Format audio : wav, voc, mp3, dll.
- Format lain : teks file, html, pdf, dll.
Message Authentication Codes (MACs)
Message Authentication Codes (MACs) menyediakan autentikasi dan data integrity. MAC merupakan checksum kriptografi pada data yang digunakan untuk menjamin bahwa data belum pernah diubah dan bahwa MAC dihitung oleh entitas yang diharapkan. Meskipun integrity pesan bisa dilakukan dengan teknik non kriptografi yang sering dikenal sebagai error detection code, namun kode ini dapat dirubah oleh lawan untuk mempengaruhi suatu aksi yang menguntungkan lawan tersebut. Penggunaan dari mekanisme kriptografi yang telah disetujui, seperti MAC, dapat mengurangi masalah ini. MAC dapat menyediakan jaminan bagi penerima pesan bahwa pengirim data adalah key holder. MACs sering digunakan untuk mengeutentikasi pengirim pesan ke penerimanya jika hanya dua belah pihak saja yang berbagi kunci MAC.
Perhitungan pada MAC membutuhkan penggunaan (1) secret key yang hanya diketahui oleh pihak yang membangkitkan MAC dan oleh penerima MAC yang sebenarnya, dan (2) data yang dihitung menggunakan MAC. Dua tipe algoritma yang digunakan untuk menghitung MAC yang disetujui :
- Algoritma MAC berbasiskan algoritma block cipher.
- Algoritma MAC berbasiskan hash function.
[SP800-38] mendefinisikan model untuk menghitung MAC menggunakan approved block cipher algorithm seperti AES dan TDEA. Ukuran kunci dan blok yang digunakan untuk menghitung MAC bergantung pada algoritma yang digunakan. Jika dua buah block cipher yang sama digunakan untuk enkripsi dan perhitungan MAC dalam dua operasi kriptografi yang terpisah, kunci yang sama tidak akan digunakan untuk operasi MAC dan enkripsi.
[FIPS198] menspesifikasikan perhitungan MAC menggunakan approved hash function. Algoritmanya membutuhkan single pass dari seluruh datanya.. Variasi pada ukuran kuncidiperbolehkan untuk HMAC; pemilihan ukuran kunci bergantung pada ukuran keamanan yang disediakan untuk data dan penggunaan hash function.
Digital signature digunakan untuk autentikasi, integrity dan non-repudiation. Digital signature digunakan dalam konjungsi dengan algoritma hash dan diperhitungkan untuk data dengan panjang berapapun (melebihi batas yang ditentukan oleh algoritma hash). [FIPS186-3] menspesifikasikan algoritma yang disetujui untuk perhitungan digital signature. Yakni Digital Signature Algorithm(DSA) dan algoritma RSA yang dispesifikasikan pada [ANSX9.31] dan [PKCS#1] (versi 1.5 dan yang lebih tinggi lagi), dan algoritma ECDSA seperti dalam [ANSX9.62].
Digital Signature Algorithm (DSA) dispesifikasikan pada [FIPS186-3] untuk kunci spesifik dengan ukuran 1024, 2048, dan 3072 bit. DSA akan memproduksi atau menghasilkan tanda tangan digital dengan ukuran dari 320, 448, atau 512 bit. Sistem lama (legacy system) menggunakan ukuran kunci yang lebih kecil. Walaupun dimungkinkan untuk melanjutkan ke proses verifikasi dan melakukan proses tanda tangan digital dengan ukuran kunci yang lebih kecil tersebut, tanda tangan digital yang baru sebaiknya tidak dibuat dengan kunci dengan ukuran seperti ini.
Algoritma RSA, sebagaimana dispesifikasikan dalam [ANSX9.31] dan [PKCS # 1] (versi 1.5 dan lebih tinggi) adalah diadopsi untuk proses penghitungan pada tanda tangan digital dalam [FIPS186-3]. [FIPS186-3] menentukan metode untuk menghasilkan atau membangkitkan pasangan kunci RSA untuk beberapa ukuran kunci untuk [ANSX9.31] dan implementasi [PKCS # 1]. Sistem lama (legacy system) menggunakan kunci dengan ukuran yang lebih kecil. Walaupun dimungkinkan untuk melanjutkan ke proses verifikasi dan melakukan proses tanda tangan digital dengan ukuran kunci yang lebih kecil tersebut, tanda tangan digital yang baru sebaiknya tidak dibuat dengan kunci degan ukuran seperti ini.
Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA), sebagaimana dispesifikasikan dalam [ANSX9.62], adalah diadopsi untuk proses penghitungan pada tanda tangan digital dalam [FIPS186-3]. [ANSX9.62] menetapkan ukuran kunci minimum dari 160 bit. ECDSA menghasilkan tanda tangan digital yang memiliki ukuran dua kali lebih panjang. Elliptic curve yang direkomendasikan terdapat pada [FIPS186-3].
About Key Establishment
- Protokol tidak memberikan jalan keluar yang cepat dari protokol diatas deteksi kesalahan tunggal.
- Protokol memicu alarm setelah mendeteksi kondisi yang salah, dan
- Perhitungan kunci terikat disembunyikan oleh pengamat untuk mencegah atau mengecilkan deteksi karakteristik kunci terikat.
Timestamping
- Tidak ada privasi. Alice memberikan dokumennya kepada Trent. Jika ada seseorang yang mendengarkan pada saluran komunikasi maka ia bisa mengetahuinya. Oleh karena itu Alice harus mengenkripsinya meskipun dokumen tersebut nantinya tetap diletakkan di database Trent.
- Ukuran database terlalu besar sehingga kebutuhan bandwidth untuk mengirim dokumen ke Trent menjadi berat.
- Adanya potential error. Sebuah kesalahan transmisi atau terjadi electromagnetic bomb detonating pada sentral computer Trent dapat membuat klaim Alice tentang timestamp tidak berlaku.
- Kemungkinan adanya pihak yang tidak sejujur Trent untuk menjalankan timestamping service.
10 Sertifikasi Information Security
Sertifikasi yang sudah diterima secara internasional sebagai standar pencapaian prestasi dalam bidang audit, kontrol, dan keamanan sistem informasi. Pemegang setifikat CISA dihargai sebagai profesional auditor sistem informasi yang berkualitas tinggi.
CISM setingkat di atas CISA dan cocok diambil oleh para IS (Information Security) Manager atau mereka yang bergelut di dunia manajemen keamanan informasi. Bersifat lebih makro dan memfokuskan diri pada information risk management.
Kandidat CISSP harus memiliki pengalaman minimal 3 tahun di beberapa bidang tertentu. Kandidat harus bersih dari catatan kriminal sedikitpun.
Pemegang sertifikat ini berarti telah mempunyai pemahaman tentang konsep keamanan komunikasi, infrastruktur, kriptografi, keamanan operasional, dan keamanan informasi secara umum.
Pemegang sertikikat ini berarti sudah bisa mengidentifikasikan ancaman keamanan dan mengembangkan sistem penangkalnya. Selain itu ia juga mampu mengimplementasikan solusi e-business komplit dengan keamanan terjamin.
Tugas pemegang sertifikat ini adalah menelisik jaringan atau sebuah sistem komputer dari organisasi dan mencari kelemahannya. Seperti hacker, ia memiliki kemampuan seperti hacker profesional.
Sertifikat ini bisa menjadikan Anda sebagai penyelidik layaknya detektif atau polisi. Menemukan hacker, menelusuri serangan hacker, mencarikan bukti dari tindak kejahatan keamanan sistem informasi, melakukan antisipasi keamanan untuk kondisi berikutnya.
Setingkat di atas CEH (dan CHFI). Pemilik sertifikat ECSA dapat mengeksplorasi fase analisa dalam (ethical) hacking. Ia juga bisa memahami bagaimana cara menganalisa dan menginterpretasi hasil uji sekuriti oleh ahli CEH.
Pemegang sertifikat ini lebih fokus pada teknologi pengamanan perimeter jaringan yang bersifat defensif seperti firewall, intrusion detection, dan security router.
10. GIAC Certified Firewall Analyst (GCFW)
Yang menjadi fokus dari pelatihan GCFW adalah perangkat pengamanan jaringan, VPN, dan desain jaringan keseluruhan.
Navy Research Laboratory (NRL) Protocol Analyzer
Fungsi Hash : HAVAL
- sifat kompresi, fungsi h memetakan input x dengan panjang sembarang ke output Y = h(x) dengan panjang tetap n ,
- mudah dihitung, dengan diberikan h dan sebuah input x, maka Y mudah dihitung.
- keseimbangan 0 – 1
- non – linear
- memenuhi Strict Avalanche Criterion ( SAC )
- tidak dapat diubah menjadi lainnya dengan menambahkan transformasi linear ke koordinat input.
- satu sama lain tidak berkolerasi melalui fungsi linear
| |
| Kelemahan : 1. Menggunakan birthday attack dapat ditemukan collision 2. Haval-128 dengan p=3,4,5 telah dibreak. Untuk versi lain belum diketahui statusnya 3. Tidak diketahui perbedaan dari versi Haval |
| Kelebihan : | |
| 1. Dapat menghasilkan 15 tingkat level keamanan 2. Output digestnya dapat berbeda:128, 160,192, 224, 256 bit 3. Sangat cocok untuk 32bit komputer 4. Lebih cepat dari MD5 : 60%(p=3), 15% (p=4), sama cepat(p=5) |
Semi Invasive Attack
Sekarang ini attack bisa dibagi menjadi dua kategori utama yakni non invasive dan invasive attack.
Non invasive attack melibatkan peranan dari persediaan suplai tegangan dan clock signal. Under voltage dan over voltage attack dapat digunakan untuk melumpuhkan circuit proteksi ataupun menyababkan processor melakukan operasi yang tidak sesuai dengan fungsinya. Begitupun dengan peralihan energi dan clock yang juga bisa digunakan untuk mempengaruhi proses decoding dan eksekusi dari instruksi secara terpisah. Dengan mengubah-ubah parameter, CPU dapat dibuat sedemikian hingga mengeksekusi sejumlah berbeda salah yang jauh berbeda. Terkadang hal ini bisa menjadi cukup wajar untuk mampu memhantarkan suatu pencarian sistematik. Serangan/ attack lain yang mungkin yakni power analysis, dimana kita mengukur nilai fluktuasi pada saat penggunaan terakhir suatu device. Instruksi yang bervariasi mempengaruhi level aktivitas yang berbeda dalam instruction decoder dan arithmetic unit, seringkali menjadi cukup jelas perbedaannya, dan akhirnya bagian-bagian dari algoritma bisa direkonstruksi.
Non invasive attack ini berbahaya untuk dua macam alasan. Pertama, pemilik dari device yang hilang akan menotifikasi bahwa secret key yang ia miliki telah hilang, sehingga kunci yang hilang tersebut tidak mungkin direvokasi sebelum disalahgunakan. Kedua, non invasive attack biasanya terukur secara baik, sebagai suatu perlengkapan yang penting biasanya dapat direproduksi dan di-up date dengan biaya yang murah. Permasalahan yang paling utama dari penerapan attack ini adalah kebutuhan akan pengetahuan yang lengkap tentang processor dan software.
Invasive attack diawali dengan removal bungkus chip. Pertama, jika chip terbuka, maka dimungkinkan untuk dilakukan probing atau modification attack. Tool yang paling penting untuk invasive attack yaitu suatu microprobing attack. Kita harus memindahkan sedikitnya bagian dari passivation layer sebelum probe dapat membangun suatu koneksi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara etching, drilling ataupun menggunakan laser cutter. Pendekatan yang lain untuk mengetahui bagaimana suatu particular chip bekerja adalah dengan reverse engineering. Langkah pertama adalah dengan membuat map untuk sebuah processor yang baru. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan optical microscope dengan sebuah kamera CCD untuk menghasilkan fotografi beresolusi tinggi pada permukaan chip. Attacker mungkin familiar dengan teknik desain CMOS VLSI dan arsitektur microcontroller, tetapi penting bahwa pengetahuan tersebut dengan mudah tersedia dari sejumlah textbook. Layer yang lebih dalam lagi hanya dapat diketahui dalam sebuah fotografi second series setelah metal layer dilepaskan dengan cara meng-etching chip. Kemudian tools yang lebih handal lagi seperti Focused Ion Beam (FIB) workstation dapat digunakan untuk melakukan attack. FIB workstation digunakan untuk memodifikasi struktur chip dengan membuat interconnect line yang baru dan mungkin juga transistornya.
Semua invasive attack cukuplah rumit kerana membutuhkan waktu berjam-jam ataupun berminggu-minggu di dalam lab yang spesialis dan dalam prosesnya mereka harus menghancurkan paket. Invasive attack membutuhkan spesialis yang berkualifikasi dan juga membutuhkan budget yang tepat.
Dari sini dapat dilihat gap yang jauh antara dua tipe attack tersebut. Oleh karena itu akhirnya diperkenalkan tipe attack yang baru, yang disebut sebagai semi invasive attack. Seperti halnya invasive attack, attack ini memerlukan depackaging chip agar supaya mendapatkan akses terhadap chip surface. Passivation layer bagaimanapun juga tetap utuh, sebagai metode semi invasive tidak membutuhkan depassivation atau membuat contact terhadap internal line. Hal ini dikarenakan microprobing tidak digunakan sebagai teknologi dalam attack ini.
Semi invasive attack bisa dilakukan dengan tools seperti sinar ultraviolet, X-ray dan source lainnya dari ionizing radiation, laser dan electromagnetic field. Source ini bisa digunakan secara terpisah ataupun dikonjungsikan satu sama lain.
Jika dibandingkan dengan non invasive attack, semi invasive attack lebih sulit untuk diimplementasikan sebagaimana membutuhkan depackaging chip tersebut. Namun, meski demikian semi invasive attack membutuhkan perlengkapan yang lebih murah dibandingkan dengan yang dibutuhkan dalam invasive attack dan juga membutuhkan waktu yang lebih singkat.
Digital Certificate
Komponen-komponen PKI yang perlu kita ketahui yakni:
1. Certification Authority (CA)
Perlu diketahui bahwa yang berhak untuk mengeluarkan dan menandatangani sertifikat digital adalah Certification Authority (CA).
2. Repository of key, certificate dan Certificate Revocation List (CRL)
3. Fungsi manajemen, yang diimplementasikan menggunakan management console.
Jika PKI menyediakan key recovery otomatis, maka disitu juga terdapat key recovery service yang terpisah dengan Registration Authority (RA).
- Mengeluarkan certificate
- Merevoke certificate jika compromised, hilang atau telah memasuki masa expired
- Membuat dan mempublikasikan CRLs
- Menyimpan dan meretrieve certificate maupun CRLs melalui directory service dengan access via LDAP
- Key life cycle management (hal ini merupakan fungsi kritis dari PKI)
- Timestamping
- Certificate validation
Kemudian beberapa standar PKI itu penting untuk:
- Enrollment procedure
- Format certificate
- Format CRL
- Format untuk certificate enrollment message
- Format digital signature
- Protokol challenge and response
Fokus utama dari standar PKI adalah untuk PKI working grouping pada IETF, yang biasa disebut sebagai group PKI X (untuk PKI yang menggunakan sertifikat X.509)
Komponen-komponen PKI X yakni user (end entity), CA, RA dan repository.
Spesifikasi PKI X berdasarkan beberapa standar yakni :
1. X.509 dari ITU
2. PKC5 dari RSA Data Security
Adapun tujuan utama dari X.509 adalah mendefinisikan standar format untuk digital certificate.
Introduction to Ubiquitous Network
Ubiquitous network merupakan istilah untuk jaringan internet yang bisa diakses dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun dengan berbagai device yang berbeda-beda. Ubiquitous network ini memungkinkan bagi kita untuk berkomunikasi dengan multidevice, selain menggunakan komputer juga bisa menggunakan PDA, TV digital, Radio Frequency Identification (RFID) yang terembeed pada suatu objek dan sebagainya. Dengan ubiquitous network maka dimungkinkan setiap orang bisa melakukan kontrol dan perintah terhadap peralatan rumah tangga atau perusahaannya melalui jaringan secara otomatis. Misalnya kita bisa menyalakan lampu rumah via jaringan kantor atau tempat lain yang berbeda tanpa harus berada di rumah, untuk mengisi vending machine jika persediaan softdrink di dalamnya telah habis maka secara otomatis RFID yang tertempel pada vending machine akan mendeteksi hal tersebut dan mengirimkan permintaan pengisian kembali, dan sebagainya.
“Crypto” vs “persandian”
- Kriptografi menurut Bruce Schneier dalam Applied Cryptography adalah ilmu atau seni untuk menjaga kerahasiaan berita. Definisi lainya menurut A. Menezes, P. Van Oorschot dan S. Vanstone dalam Handbook of Applied Cryptography adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi.




